Sulis, Inovasi Susu Listrik dari Lereng Gunung Raung
Inovasi sering kali lahir dari keprihatinan terhadap hal-hal kecil di sekitar kita. Begitulah kisah Hadi Apriliawan, pemuda asal Banyuwangi, yang tumbuh di keluarga peternak sapi perah di lereng Gunung Raung. Sejak kecil ia akrab dengan aroma susu segar dan rutinitas pagi orang-orang desa yang menggantungkan hidup dari hasil perahan sapi. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan persoalan klasik, yaitu susu segar yang cepat basi dan harga jual yang rendah. Sumber gambar: YouTube Satu Indonesia Susu hasil perahan biasanya hanya bertahan beberapa jam sebelum rusak. Tanpa pendingin atau teknologi pengawetan, para peternak terpaksa menjualnya ke koperasi atau perusahaan pengumpul dengan harga murah, sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter. Lebih parah lagi, pembayaran sering kali baru diterima seminggu setelah penyetoran. “Kami kerja keras, tapi hasilnya tidak sepadan,” kenang Hadi tentang masa kecilnya menyaksikan perjuangan orang tuanya. Keadaan itu menumbuhkan tekad kuat da...