Sulis, Inovasi Susu Listrik dari Lereng Gunung Raung


Inovasi sering kali lahir dari keprihatinan terhadap hal-hal kecil di sekitar kita. Begitulah kisah Hadi Apriliawan, pemuda asal Banyuwangi, yang tumbuh di keluarga peternak sapi perah di lereng Gunung Raung. Sejak kecil ia akrab dengan aroma susu segar dan rutinitas pagi orang-orang desa yang menggantungkan hidup dari hasil perahan sapi. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan persoalan klasik, yaitu susu segar yang cepat basi dan harga jual yang rendah.

Sumber gambar: YouTube Satu Indonesia

Susu hasil perahan biasanya hanya bertahan beberapa jam sebelum rusak. Tanpa pendingin atau teknologi pengawetan, para peternak terpaksa menjualnya ke koperasi atau perusahaan pengumpul dengan harga murah, sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter. Lebih parah lagi, pembayaran sering kali baru diterima seminggu setelah penyetoran. “Kami kerja keras, tapi hasilnya tidak sepadan,” kenang Hadi tentang masa kecilnya menyaksikan perjuangan orang tuanya.

Keadaan itu menumbuhkan tekad kuat dalam dirinya. Ia ingin mencari jalan agar para peternak bisa menjual susu dengan nilai lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik. Saat menempuh studi di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Hadi mendapat kesempatan untuk mengubah keprihatinan masa kecil menjadi sebuah ide besar. Melalui Program Kreatif Mahasiswa (PKM), ia mulai meneliti cara memperpanjang daya simpan susu tanpa merusak kandungan gizinya.

Menemukan “Sulis” dari Buletin Jepang ke Inovasi Anak Negeri

Perjalanan menemukan teknologi yang tepat tidak berlangsung mulus. Hadi menghabiskan waktu berbulan-bulan membaca jurnal ilmiah, berdiskusi dengan dosen, dan bereksperimen di laboratorium. Hingga suatu hari, sebuah buletin asal Jepang tentang sushi memantik ide tak terduga. Dalam buletin itu dijelaskan bahwa daging ikan untuk sushi dapat diawetkan menggunakan metode pasteurisasi kejut listrik bertegangan tinggi agar tidak cepat busuk.

Ide itu membuat Hadi berpikir bahwa jika daging ikan, yang bersifat konduktor, bisa diawetkan dengan listrik, maka susu, yang juga penghantar listrik, tentu bisa diperlakukan sama. Ia pun mengajukan hipotesis ini kepada dosen pembimbingnya, meski sempat ditanggapi skeptis karena belum ada bukti kuat. Eksperimen pertama bahkan gagal total. Susu yang diproses justru lebih cepat rusak akibat pertumbuhan bakteri yang meningkat.

Namun kegagalan itu tak membuatnya menyerah. Ia menggandeng teman-teman lintas jurusan, dari teknik elektro, kedokteran, hingga gizi, untuk menyusun ulang konsep dan melakukan uji coba berulang. Tahun demi tahun berlalu, hingga akhirnya mereka berhasil menciptakan prototipe mesin pasteurisasi berbasis plasma listrik, yang kemudian diberi nama Latte Electricity, atau lebih akrab disebut Sulis (Susu Listrik).

Prototipe pertama Sulis hanya mampu menampung lima liter susu dan memperpanjang masa simpannya menjadi sekitar satu minggu. Tapi itu sudah cukup membuktikan bahwa konsepnya berhasil. Inovasi ini lalu dikembangkan melalui CV Inovasiana Anak Negeri, hingga melahirkan dua versi Sulis dengan kapasitas berbeda, yaitu 20 liter dan 1,2 ton, bertegangan antara 50kV hingga 100kV.

Keunggulan mesin ciptaan Hadi terletak pada kemampuannya membunuh hingga 98% bakteri berbahaya tanpa merusak nutrisi susu. Berbeda dari mesin pasteurisasi termal yang menggunakan panas tinggi, metode plasma listrik tidak membuat protein susu terurai atau vitamin hilang. Hasilnya, susu tetap segar, bergizi, dan aman dikonsumsi lebih lama.

Dengan membawa mesin Sulis pulang ke Desa Sragi, Hadi membantu para peternak mengubah cara mereka berproduksi. Kini, susu perah tak lagi cepat basi dan bisa dipasarkan langsung dalam bentuk susu pasteurisasi kemasan dengan harga jual yang lebih baik. Banyak peternak yang dulunya bergantung pada koperasi kini mampu berdiri mandiri dan menjual produk olahan sendiri.

Dari Banyuwangi untuk Indonesia, Jejak Inovasi yang Berkelanjutan

Keberhasilan Sulis membuka jalan baru bagi Hadi untuk terus berinovasi. Tahun 2013, ia mendirikan PT MaxZer Solusi Steril, perusahaan yang fokus pada pengembangan alat pasteurisasi dan pelatihan pengolahan produk susu. Melalui MaxZer, Hadi tak hanya menjual mesin, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran bagi peternak, mahasiswa, dan pelaku usaha kecil. Mereka diajari teknik pasteurisasi, pembuatan produk turunan seperti keju, yoghurt, hingga sabun berbahan susu, serta cara menjaga standar keamanan pangan.

Langkah ini menjadikan inovasi Hadi tidak berhenti di laboratorium, tetapi hidup di tengah masyarakat. Peternak Banyuwangi kini dapat menikmati hasil kerja mereka dengan lebih layak, bahkan membuka peluang ekspor kecil-kecilan. Bagi Hadi, ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan perwujudan amanat orang tua yang ingin melihat peternak di desanya sejahtera.

Atas kontribusinya, Hadi Apriliawan menerima penghargaan SATU Indonesia Awards 2015 di bidang teknologi dari Astra International. Penghargaan ini diberikan kepada anak muda yang berdedikasi menciptakan solusi nyata di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi. Melalui inovasinya, Hadi membuktikan bahwa kemajuan teknologi bisa berpihak pada masyarakat kecil bila dikembangkan dengan niat yang tulus dan visi sosial yang kuat.

Kini, setelah lebih dari satu dekade berkarya, Hadi terus menyempurnakan Sulis agar semakin efisien dan terjangkau bagi peternak kecil. Ia juga tengah mengembangkan versi portabel untuk skala rumah tangga, agar siapa pun bisa memproses susu segar sendiri di rumah.

Kisahnya menjadi bukti bahwa inovasi sejati lahir dari kepedulian. Dari sebuah desa di lereng Gunung Raung, seorang anak peternak mengubah cara pandang terhadap susu, dari produk mudah basi menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan.

Kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi siapa pun yang ingin mengembangkan usaha dan daerahnya. Yang terpenting, peka terhadap potensi yang mungkin ada di sekitar. 

 

Comments

Popular posts from this blog

Melihat Lebih Tajam, Menjaga Lebih Bijak: Ketika Fotografi dan Mata Bertemu

Lensa Mana yang Harus Kamu Pilih? Panduan Lengkap untuk Pemula