Melihat Lebih Tajam, Menjaga Lebih Bijak: Ketika Fotografi dan Mata Bertemu
Sudah lebih dari delapan tahun saya menyusuri jalur-jalur sunyi pegunungan dan gang-gang sempit perkotaan, hanya untuk menangkap cahaya yang jatuh pada waktu yang tepat. Fotografi buat saya bukan sekadar seni visual, tapi cara lain untuk melihat dan memahami dunia. Namun belakangan, ada satu hal yang perlahan mulai mengganggu proses kreatif itu: mata yang lelah, sepet, dan perih setelah terlalu lama memotret. Awalnya saya pikir hanya karena faktor usia. Tapi setelah beberapa kali sesi foto outdoor—terutama saat harus memotret lanskap dalam cahaya terik—saya mulai menyadari ini bukan masalah sepele. Fokus jadi susah diatur, pandangan cepat buram, dan yang paling parah, hasil foto tak seindah biasanya. Sampai akhirnya saya tahu bahwa saya sedang mengalami gejala mata kering . Cerita dari Balik Bidikan Kejadiannya saat saya sedang memotret di Danau Beratan, Bali. Sinar pagi waktu itu sempurna. Kabut tipis, pura yang cantik, dan pantulan cahaya di air yang seperti kaca. Tapi s...